Rangkuman pesan singkat Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf di dalam Khotmul Qur’an malam ke 23

Rangkuman pesan singkat Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf di dalam Khotmul Qur’an malam ke 23

Rangkuman pesan singkat Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf di dalam Khotmul Qur’an malam ke 23 :

– Nabi Muhammad SAW adalah orang yang menghargai siapun , lebih-lebih menghargai kepada orang fakir miskin , bahkan beliau bersada tentang kemulia’an orang faqir :

الفقراء جلساء الله يوم القيامة

Orang – orang fakir adalah orang yang istimewa di sisi Allah pada hari kiamat

– Nabi Muhammad SAW adalah orang yang tidak pernah ingin kekaya’an , bahkan beliau gelisah ketika ada harta pada dirinya yg belum beliau sedekahkan , dan beliau berdoa untuk hidup dalam keada’an miskin , mati dalam keada’an miskin , dan di bangkitkan dalam golongan orang miskin , sebagaimana sabda beliau :

 

اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ya Allah, hidupkan aku sebagai orang miskin, dan matikan aku juga sebagai orang miskin, serta kumpulkan aku pada hari kiamat bersama-sama orang-orang miskin.”

– Jika ada di antara kita adalah orang faqir jadilah fakir yg istiqomah (beribadah kepada Allah SWT) jika tidak maka akan menjadi orang yang rugi dunia akherat , firman Allah SWT :

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata

– Nabi SAW di sebut ayah bagi anak-anak yatim dan para janda karena beliau selalu memperhatikan dan mengurus mereka , dari makanan tempat tinggal dan biaya kehidupan , sehingga di saat itu anak-anak yatim mereka merasa memiliki ayah (yaitu Nabi Muhammad SAW) , (Al Habib Ali al habsyi mengatakan di dalam simtud duror) :

و هو الأب الشفيق لليتيم والرملة

Nabi Muhammad SAW adalah ayah yang penyayang bagi anak-anak yatim dan para janda

 

– Nabi Muhammad SAW adalah orang yang mencintai kita lebih dari pada orang tua kita , sebagaimana beliu bersabda :

أنا أرحم بكم من والديكم
Aku lebih mencintai kalian dari orang tua kalian

Dan ini di rasakan oleh sahabat Zayd bin haritsah yang mana beliau memilih Rosulullah dari pada orang tuanya ketika beliau di suruh memilih antara orang tuanya dan Rosulullah SAW , bahkan dimana orang tua tidak akan menghiarukan kita di hari kiamat beliau Rosulullah SAW yang akan datang menghiraukan dan monolong kita

– Ajarkan anak-anak kita cinta kepada Nabi Muhammad SAW , itu adalah kewajiban , sebagaiamana sabda Nabi SAW :

علموا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ

Ajari anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an

– Tidak ada yang lebih nikmat kecuali dekat dengan Nabi Muhammad SAW , sehingga di katakan oleh Al ‘Arif billah :
Hal yang paling nikmat di dunia ini setelah iman dan islam adalah dekat dengan Rosulullah , berkumpul dengan beliau, memandang dan mendengar suara beliau

– Kadang kadang kita lupa untuk berdoa kepada Allah SWT agara dapat memandang Nabi Muhammad SAW , kita sering berdoa kepada Allah SWT masalah dunia dari pada Nabi SAW, berdoalah agar dapat memandang Nabi Muhammad SAW :

رَبِّ شَرِّفْنِي بِرُؤْيَةِ سَيِّدِي

Ya Allah, muliakanlah aku dengan memandang tuanku (sayyidina Muhammad)

 

وَأَجْلِ صَدَى الْقَلْبِ الْكَثِيْرِ صَدَاؤُهُ

Dan bersihkanlah hati yang penuh dengan karat ini

 

– Rosulullah SAW selalu dekat kepada kita hanya saja kita tidak dapat memandang Rosulullah karena hati yang berkarat yang lebih condong cinta kepada dunia , bukti kita dekat dengan Rosulullah adalah di dalam sholat kita selalu mengucapkan

السلام عليك أيها النبي و رحمة الله و بركاته

Salam dan rahmat dan barokah Allah atasmu wahai Nabi Muhammad SAW

Sumber: https://t.me/tareem_lovers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *